Statistik Pengunjung Website
s.d. 26 Mei 2013

0882928

 

PANDI BKD Kutai Barat Pariwisata Kutai Barat Bagian Hukum Kutai Barat Diknas Kutai Barat Kaltim POST LPSE Kutai Barat Dishubkominfo Perijinan






Kebijakan Umum

Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk mengatasi keterisolasian wilayah, baik fisik maupun komunikasi diarahkan pada peningkatan aksesbilitas masyarakat Kutai Barat terhadap media komunikasi dan informasi dan penyediaan jaringan listrik untuk kampung yang belum tersentuh oleh listrik.

PRASARANA JALAN

Pada bidang pekerjaan umum, yang menjadi tolak ukur utama adalah kondisi insfrastruktur jalan. kewenangan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan meliputi jalan Kabupaten, Perkantoran dan jalan tertentu yang karena fungsinya memiliki peran strategis. Jalan sebagai sarana penghubung di bidang trasportasi darat merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan perekonomian masyarakat. Prasarana jalan pada hakikatnya menyangkut aspek kehidupan, baik aspek sisial ekonomi, budaya, maupun ketahana dan keamanan. Prasarana jalan juga dipandang sangat penting dalam rangka menunjang pengembangan/peningkatan pembangunan dan mendorong serta menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah/daerah yang berbeda, dalam hal ini penyebap sumber daya yang tidak merata, intensitas kegiatan ekonomi.

Memperhatikan luas wilayah Kabupaten Kutai Barat dan jumlah penduduk yang terbesar tidak merata, maka sangat dibutuhkan prasarana jalan yang  berperan sebagai pendorong pengembangan dan pembangunan di berbagai sektor. Untuk mewujutkan maksud tersebut di atas, maka perlu pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan yang berkesinambungan pada seluruh ruas jalan, baik jalan Negara, jalan Provinsi maupun jalan Kabupaten /Kota. pembangunan jalan yang dilakukan harus dilakukan harus memperhatikan dan mempertimbangkan keserasian antara beban kepadatan lau lintas dan daya dukung jalanmerupakan salah satu upayah strategis untuk meningkatkan perekonomian.

Status jalan yang ada di Kabupaten Kutai Barat menurut data tahu 2008 terdiri dari jalan Negara/Nasional,Provinsi dan Kabupaten.  Dilihat dari ukuran panjan, jalan di Kabupaten Kutai Barat berupa jalan nasional sepanjang 48 km, jalan provinsi 402,5 km dan jalan Kabupaten 747,96 km.

Kualitas prasarana jalan sampai tahun 2008, umumnya masih rendah meski masih terus mengalami peningkatan, diantaranya dari total jaringan jalan pada tahun 2007 mencapai 1.198,46 km. dari jumlah tersebut jalan yang masih dalam kategori baik sekitar 354,38 km,  kategori sedang 545,47 km dan rusak 250,10 km. Sedangkan jenis permukaan jalan adalah 1.198,46 km, permukaan diaspal 335,80 km, permukaan agregat370,50 km dan jalan tanah 492.16 km.

PERHUBUNGAN DAN TRANSPORTSI

Transportsi dan Perhubungan merupakan sektor pendukung yang sangat mutlak kebradaannya. sebgai media pemindah barang maupun kegiatan dari suatu tempat ketempat lain. Tanpa dukungan sektor perhubungan dan tranportsi aktivitas apapun sulit berkembang, bahkan stagnan. Wilayah yang tak terjangkau perhubungan dengan baik seringkali mengalami isolasi. Kabupaten Kutai Barat sebagian besar wilyahnya adalah daratan sehinga sistem tranportasi dan perhubungan  darat menjadi sarana sebagian besar penduduk. 

Kebarhasilan pembangunan di Kutai Barat secara nyata meningkatkan kesejahtraan masyarakat, hal tersebut berdanpak meningkatnya mobilitas masyarakat dalam memenuhi aktivitasnya yang pada gelirannaya akan membutuhkan pelayanan jasa tranportsi darat maupun laut dan udara dan pos telekominkasi yang memadai. Pelayan jasa transportasi yang diharapkan masyarakat yaitu tingkat keselamatan, keamanan, kelencaran dan kenyamanan yang lebih tinggi dengan kapasitas yang lebih besar, serta terpadu baik intermodal maupun antarmodal lainnya Selain itu dalam menghdapi arus globallisasi, inpormasi dan repormasi sehinga mengakibatkan perubahan yang sangat cepat dalam kehidupan masyarakat, dimana transportsi adalah sebagai urat nadi perekonomian pada gelirannya mebutuhkan pelayanan transpotsi darat yang lebih efisien 

Hingga  tahun 2008 terdapat 2 (dua) Bandar udara perintis di Kabupaten Kutai Barat, Bandar Udara Melalan yang terletak di Kecamatan Barong Tongkok dan Bandar Udara perintis Data Dawai di Long Pahangai dengan panjang landasan pacu antara 450 meter sampai 500 meter yang hanya dapat di darati pesawat sekelas Cessna

LISTRIK

Listrik saat ini sudah merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tampa listrik rasaya hampir pasti dunia usaha, rumah tangga maupun sektor-sektor lainnya lumpuh karena tyidak adaya pasokan listrik. Untuk sumber energi listrik di Kabupaten Kuatai Batar masih mengandalkan pasokan dari Perusahaan listrik Negara (PLN). Saat ini ketersediaan listrik di Kutai Barat masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Dampaknya masih bayak permintaan pemasangan listrik yang telah diajukan masyarakan belum dapat direalisasi oleh pihak PLN. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah mengambil langkah konkret berupa pemberian subsidi mesin genset namun masalah ini masi belum bisa teratasi. Untuk mengatasi keterbatasan listrik Pemerintah Kutai Barat direncanakan bekerjasama dengan pihak investor untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap. namun hinga sekarang belum menemui titik terang kapan akan segera dibangun.

Menurut data dari PLN Cabang Samarinda diketahui bahwa jumlah pelanggan listrik PLN di Kutai Barat  tahun 2007 sebanyak 12.372 dengan daya tersambung sebesar 12.301.890 VA. dimana jumlah pelanggan terbanyak berasal dari rumah tangga dengan jumlah sebesar 11.473 pelanggan kemudian diikuti oleh pelanggan dari sosial yaitu 408

AIR MINUM

Kegiatan subsektor ini mencakup proses pembersiha,permurnian dan peroses kimiawi lainnya yang menghasil kan air minum serta pendistribusian dan penyaluran ke rumah tangga, instansi pemerintah dan intansi suasta baik yang di lakukan oleh perusahaan Air minum (PAM) maupun bukan PAM . kegiatan inimencangkup usaha air bersih melalui sumur artesis yang di komersilkam. Pembotolan air mineral dan air yang mengandung karbonat tidak termasuk dalam subsektor ini tetapi dimasukan dalam sektor industri Pengolahan. Data produksi,harga dan biyaya antar sub sekjtor ini di peroleh dari Perusahahan Daerah air Minum (PDAM) dan perusahaan lainnya yang mengusahakan air minum .

Kebutuhan air bersih di penuhi dengan sistem perpipaan. Penyediaan air bersih perpipaan dilayai oleh PDAM Kutai Barat baik untuk konsumen rumah tangga, perkatoran, sarana umum, sarana sosial maupun industri. Banyaknya jumlah sambungan dan jumlah penduduk yang dilanyani oleh PDAM di Kabupaten Kutai Barat sampai tahun 2008 adalah 5.217 sambungan yang terbesar dibeberapa Kecamatan. namun demikian daerah pelayanannya belum rata di seluruh Kabupaten Kutai Barat. dengan demikian masyarakat yang secara geografis dekat dengan sungai secara umum masih memamfaatkan aliran sungai dalam pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Kecamaatan Melak merupakan daerah yang palig banyak terdapat sambungan PDAM yaitu sebanyak 2.318 sambungan. hingga tahun 2008 PDAM yang saat ini bersetatus sebagai PERUSDA air minum baru mampu menjangkau pemasangan di 9 (sembilan) Kecamatan yaitu Melak, Barong Tongkok, Bongan,Jempang,Penyinggahan,Muara Pahu, Muara Lawa, Damai & Tering. sedangkan kapasitas produksi yang bisa dihasilkan adalah sebesar 1.296.726 m3, dengan rata-rata produksi setiap bulannya 108.060 m3.

Untuk meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih Pemerintah kabupaten Kutai Barat tahun 2009 tentang membangunan Proyek Water Treat Plan (WTP) I dan II yang berlokasi di Kampung Royok Kecamatan Sekolaq Darat. Proyek ini merupakan bagian kegiatan Multy Years yang mulai dikerjakan sejak tahun 2008 dan diperkirakan bisa terselesaikan tahun 2010. diharapkan dengan terbangunnya WTP mampu mendistribusikan kebutuhan air bersih di tiga Kecamatan yaitu Melak, Sekolaq Darat dan Barong Tongkok. sedangkan WTP II berlokasi di Kecamatan Linggang Bigung dengan kapasitas produksi yang lebih kecil dan nantinya mendistribusikan  kebutuhan air minum untuk 2 Kecamatan yaitu Linggang Bigung dan Tering.

 

 

 

—Update Terakhir pada 29 April 2010