Statistik Pengunjung Website
s.d. 17 April 2014

1214946

 

PANDI BKD Kutai Barat Pariwisata Kutai Barat Bagian Hukum Kutai Barat Diknas Kutai Barat Kaltim POST LPSE Kutai Barat Dishubkominfo Perijinan






Kebijakan Umum

Lingkungan Hidup

Pembangunan Lingkungan Hidup yang terkait erat dengan masalah Sumber Daya Alam (SDA) ini diprioritaskan kepada upaya untuk mengelola SDA berbasiskan kelestarian Lingkungan Hidup yang dipergunakan untuk kepentingan Ekonomi, Pendidikan dan Pariwisata yang meliputi yaitu Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengendalian ruang wilayah sesuai dengan daya dukung lahan serta peningkatan pelestarian SDA dan lingkungan hidup dalam mendukung kualitas kehidupan sosial, budaya dan ekonomi secara serasi, seimbang dan lestari, serta pengelolaan hutan berbasiskan masyarakat kampung, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar dan peningkatan ekonomi di bumi Tanaa Purai Ngeriman.

SUMBER DAYA ALAM

Manajemen pengembangan sumber daya alam dalam aspek revitalisasi pertanian, kehutanan/perkebunan dan perikanan serta peternakan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, baik petani hutan,petani ikan,maupun petani ternak, disamping untuk meningkatkan daya saing produk-produk pertanian, kehutanan, perikanan dan peternakan juga untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkunga hidup. Tantangan besar yang dihadapi adalah bertambahnya penduduk yang tidak dibarengi dengan bertambahnya lahan pertanian, namun disisi lain pertambahan  penduduk berarti juga bertambahnya tenaga kerja yang berarti prospek besar bagi kemajuan produksi. 

Revitalisasi pertanian, perikanan perkebunan  dan peternakan diharapkan dapat mengurangi  kemiskinan dan pengangguran  serta meningkatkan daya saing produk. Pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan  terutama melalui pengelolaan konservasi/pengelolaan pertanahan/tata ruang dan keagrariaan, serta dapat mendorong pengembangan usaha/penerapan teknologi dan kelembagaan yang ramah lingkungan. 

Kabupaten Kutai Barat mempunyai potensi sumber daya  alam yang didukung kondisi lahan dan iklim yang sesuai bagi pengembangan pertanian. Potensi-potensi yang ada tersebut mendukung program-program yang dikembangkan di sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan guna menciptakan terpenuhinya kebutuhan pangan  bagi masyarakat di dalamnya.

PERKEBUNAN

Subsektor perkebunan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah, sosial, maupun ekologi peranan itu semakin penting karna perkebunan merupakan sub sektor yang berbasis sumber daya alam yang tidak tergantung pada komponen infor, sehingga dapat menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini.

Lahan perkebunan di Kabupaten Kutai Barat kebanyakan dimanfaaatkan untuk budidaya tanaman karet karena komoditas ini dianggap punya nilai ekonomi yang tinggi. jika dilihat dari luas areal taman perkebunan yang terdiri dari tanaman kelapa, kelapa sawit,karet,kopi,cengkeh lada,pala,jambu menteh,jahe,kapuk, kemiri,aren,kakao,vanili,tembakau,kayu manis tebu dan tanaman perkebunan lainnya yang dikembangkan di Kabupaten Kutai Barat, maka tanaman karet memiliki luas 33.522,10 ha atau sekitar 85,14% dari total luas areal tanaman perkebunan. oleh sebab itu maka produksi tanaman karetpun menempati posisi paling tinggi atau menjadi komoditi perkebunan yang paling diandalkan oleh Kabupaten Kutai Barat karena sejak digalakannya penanaman karet telah banyak membawah perubahan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.

PETERNAKAN

populasi ternak Kabupaten Kutai Barat tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar 70,25% dari 39.604 ekor tahun 2007 menjadi 42.476 ekor 2008. jumlah ternak yang dominan adalah babi dengan populasi sebanyak 31.539 ekor atau sekitar 74,25% dari populasi ternak pada tahun 2008. Kecamatan dengan populasi ternak terbesar adalah Kecamatan Barong Tongkok dengan populasi babi berjumlah 4815 ekor. jika dilihat dari produksi daging ternak babi juga menempati produksi terbesar dengan 167.1513 kg.

Jenis ternak lain yang banyak dipelihara selain babi yaitu sapi dan kambing dengan populasi tahun 2008 masing-masing sebanyak 6749 ekor dan 3712 ekor dengan penyebaran merata diseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Barat. jumlah populasi sapi pada tahun 2008 naik sebanyak 615 ekor atau meningkat sebesar 9,11% sedangkan populasi kambing naik sebanyak 310 ekor atua meningkat sebesar 8,35%. untuk produksi daging kambing tahun 2008 tercatat masing -masing sebanyak 79.738 kg dan 4827 kg notabene mengalami kenaikan produksi dari tahun sebelumnya. untuk memenuhi konsumsi masyarakat jumlah ternak yang dipotong mencapai 5430 ekor pada tahun 2008, mengalami kenaikan 12,98% dibanding tahun sebelumnya. ternak yang dipotong terdiri dari babi 82,82%, sapi 9,78%, kambing 7,03% serta kerbau sebesar 0,37%

PERIKANAN

Sektor ini meliputi semua kegiatan penangkapan, pembenihan, dan budidaya segala jenis ikan dan biodata air lainnya (kerang,siput dan udang) baik yang ada di air tawar maupun yang di air asin. termasuk juga kegiatan pengambilan hasil-hasil binatang air seperti telur ikan telur penyuh,sirip ikan,bibit ikan dan rumput laut.komoditi hasil perikanan antara lain jenis ikan tuna dan jenis ikan laut lainnya, ikan mas dan jenis ikan darat lainnya, ikan bandeng dan jenis ikan payau lainnya, udang binatang yang berkulit keras lainnya, cumi-cumi dan binatang lunak lainnya, rumput laut serta tumbuhan laut lainnya. secara garis besar kegiaata subsektor ini dibedakan menjadi : penangkapan dan pengumpulan ikan, penagkapan dan pengumpulan ikan laut, dan pengolahan ikan darat dan laut.

KEHUTANAN

Hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki multy fungsi bagi kehidupan manusia, namun demikian masih sering diabaikan oleh berbagai kepentingan. paradigma pembangunan kehutanan harus mulai diubah dari hanya pemanfaatkan kayu kepada pemanfaatan sumber daya hutan secara menyeluruh seperti fungsi hutan sebaga hutan produksi,hutan lindung hutan wisata dan hutan konservasi yang diarahkan untuk menjamin  kelangsungan ketersediaan hasil hutan sebagai pengoprasian industri, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, penciptaan pendapatan daerah, plasma nutfah dan kesuburan tanah.

Fungsi hutan sebagai penjaga iklim dan tata air sebagai ekosistem dipersyaratkan minimal 30% dari total hamparan  daratan (Undanu-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang kehutanan), sedangkan luas hutan keseluruhan di Kabupaten Kutai Barat mencapai 76,5% dari total luas wilayah. meskipun luas hutan masih terbilang luas namun tidak ada lagi wilayah yang kosong dan bebas dari wilayah pemanfaatan. potensi kehutanan di Kabupaten Kutai Barat meliputi  hutan lindung seluas 810.205,88 ha, hutan suaka alam dan wisata 587,5 ha, hutan produksi tetap 668.536,98 ha, hutan produksi terbatas 1.596.068,17 ha dan hutan yang dapat dikonversi 859.966,67 ha. dari total luas hutan di Kabupaten Kutai Barat yang mencapai 3.940.647,75 ha, pemanfaatan terbesar digunakan untuk hutan produksi terbatas dan hutan produksi (KBK) yaitu seluas 1.596.068,17 ha atau sekitar 40,50%.

PERTANIAN

Potensi sumber daya lahan usaha tani tanaman pangan di Kutai Barat tahun 2008 adalah 3.272.506 ha terdiri dari lahan basah seluas 176.405 ha dan lahan kering seluas 1.382.985 ha serta luas lahan basah fungsional seluas 16.887 ha dan lahan kering seluas 100.771 ha sementara

 

 

—Update Terakhir pada 30 April 2010