.

Kami Siap Dikritik Demi Pembangunan Kubar Yang Lebih Baik

.

SATUKAN MISI : Bupati didampingi Wabup Edyanto Arkan berjabat tangan dengan para tokoh di sela-sela rakor

SENDAWAR-Pembangunan di Kubar bisa berjalan dengan baik dan sukses, apabila seluruh elemen bisa bersama menyatukan persepsi dan misinya sejalan dengan Pemkab Kubar.
Saya yakin dengan kebersamaan juga, kita semua dapat membangun Kubar dengan sukses. Mari berkreasi bekerja dan bekerja,”kata Bupati Kubar FX Yapan pada rapat koordinasi Bupati Kubar dengan tokoh agama, masyarakat, adat dan paguyuban dalam wilayah Kubar, di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat Kantor Bupati, Kamis (1/9).
Komunikasi itu memiliki tiga makna, pertama komunikasi ini adalah sebagai sarana untuk hidup. Tidak ada orang hidup tidak berkomunikasi. Kedua, komunikasi untuk mencapai tujuan dan ketiga komunikasi bisa diolah menjadi kebijakan.
Oleh karenanya, kepada para tokoh dipersilahkan berkreasi dalam membantu Pemkab Kubar untuk pembangunan Kubar tercinta ini, sesuai dengan norma yang ada. “Karena bapak dan ibu ini, saya anggap sudah profesional,”ujarnya.
Saya tidak mau lagi dengar saling menyalahkan, karena tidak ada waktu lagi. Kalau memang benar dan salah, semuanya kena. Karena kita adalah team work atau tim kerja. Jangan takut sama saya, kalau takut maka hasil kerja kita tidak akan maksimal.
Saya juga siap menerima saran dan kritik baik itu positif dan negatif. FX Yapan tidak pernah tersinggung. Ciri manusia mudah tersinggung itu, tidak bisa maju. Maka itu, saya akan mengubah sistem kerja. Mari bergandeng tangan, bahu membahu, merapatkan barisan kita, guna membangun Kubar hari esok lebih baik dari pada hari ini.
Semoga rakor ini bisa membantu dalam terobosan-terobosan pembangunan di Kubar kedepannya. Rakor ini juga perlu dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun. Kemudian ada rapat evaluasinya,”katanya.
Ditambahkan Wabup Kubar Edyanto Arkan, rakor tersebut bertujuan menyamakan pandangan atau persepsi dalam mendukung pembangunan di Kubar khususnya Pemkab Kubar periode 2016-2021. Apalagi kondisi keuangan nasional secara umum sekarang, terutama APBD Kubar mengalami pemotongan.
Kondisi ini berdampak kepada pembangunan yang ada di Kubar diantaranya pembangunan keagamaan seperti jumlah bantuan dan hibah. “Oleh karenanya, kita memberikan informasi yang seragam di masyarakat, agar bisa menyesuaikan, dimengerti dan dipahami. Sehingga tidak ada unsur pertanyaan-pertanyaan, yang mungkin ini semua adalah kebijakan masa pemerintahan kami berdua selaku Bupati dan Wabup Kubar,”terangnya. (hms6)