.

Segera Bangun Pabrik Karet

.


Yapan: Lakukan Peremajaan, Siapkan Bibit Standar
SOLUSI: Para petani yang sekarang resah akibat terus merosotnya harga karet, dipastikan segera terbantu dengan dibangunnya pabrik karet oleh Pemkab Kubar.

SENDAWAR-Harga karet dunia saat ini terus mengalami penurunan, menyusul produksi yang berlebihan dari negara-negara produksi karet, termasuk di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Untuk mengatasi persoalan harga karet yang anjlok tersebut, Bupati FX Yapan mengatakan Pemkab Kubar segera membangun pabrik karet.
“Dengan dibangunnya pabrik karet di Kubar, diharapkan harga karet bisa kembali normal. Agar pembangunan pabrik bisa terwujud, diminta masyarakat bisa bekerja sama dan berkoordinasi dalam perencanaan, pengawasan, dan pemasaran nantinya," kata Yapan pada puncak upacara adat Nalitn Taotn di Lapangan Sepak Bola Kampung Asa RT 8,  Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/9).
Selain itu, pohon karet yang sudah tidak produktif disarankan untuk diremajakan guna meningkatkan produksi.  Dalam hal ini, petani diharapkan mendapatkan bibit melalui dinas terkait. ”Sekarang sudah masuk dalam program peremajaan karet, cuma menunggu waktu pelaksanaan,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pemerintah kabupaten berkeinginan agar dalam penyediaan bibit karet, dinas terkait selaku pengelola harus menyediakan bibit standar dan berkualitas. Sehingga pada saat panen, memiliki nilai jual yang bagus.
Pemkab Kubar, menurut Bupati Yapan, sudah merasakan setiap tahun menyediakan bibit kelapa sawit melalui Dinas Pertanian. Namun, pada saat kelapa sawit sudah berbuah dan masyarakat menjual ke pabrik, ternyata pabrik tidak mau membelinya karena bibit tidak standar.
“Makanya sekarang saya ingatkan, perlu hati-hati dalam pengadaan pembibitan karet. Jangan kasus pada kelapa sawit terulang kembali, yang  rugi masyarakat kita, capek menanam namun saat panen tidak ada yang membeli,” pungkasnya.
Guna mendukung program ini, Yapan meminta dukungan dari masyarakat Kubar. Saling bergandeng tangan, bahu-membahu dan merapatkan barisan.
“Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan, saat ini hanya satu kita, yakni harus sempekat. Satu yang salah semuanya ikut salah, tidak ada salah dan benar. Mari jadikan hari esok lebih baik dari pada hari ini,” tambahnya. (hms6)