.

Pemkab kutai barat Komitmen Lestarikan Budaya

.

DiPERTAHANKAN : Bupati FX Yapan (kiri, pegang mikrofon) memberikan arahan pada puncak upacara adat Nalitn Taotn di Lapangan Sepak Bola Kampung Asa RT 8, Kecamatan Barong Tongkok.

SENDAWAR- Pemkab Kutai barat (Kubar) berkomitmen akan melestarikan berbagai budaya yang ada di daerah ini. Termasuk upacara adat Nalitn Taotn, dan hal itusesuai visi dan misi pembangunan Kubar periode 2016–2021. Upacara adat Nalitn Taotn merupakan identitas Duku Dayak Tunjung dan Benuaq.
"Kearifan lokal perlu dijaga, jangan ditinggalkan dalam pembangunan. Kearifan lokal itu perlu di junjung tinggi, supaya Kubar tidak kehilangan identitas,” kata Bupati FX Yapan pada puncak upacara adat Nalitn Taotnyang ditandai dengan penyembelihan kerbau di Lapangan Sepak Bola Kampung Asa RT 8,  Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/9).
Bupati berharap melalui upacara ini, adat dan budaya daerah semakin kukuh dan terpelihara dengan baik. Sehingga identitas daerah sebagai masyarakat adat tetap eksis, lalu mampu memperkuat rasa persatuan dan kekeluargaan di antara kita semua.
 Selanjutnya atas nama Pemkab Kubar beserta keluarga, Bupati Yapan menyampaikan terima kasih kepada warga Rumpun Asa yang saat pilkada lalu, karena memercayai dirinya bersama Edyanto memimpin Kubar selama lima tahun ke depan.
"Saya tidak bisa membalasnya, tapi saya berharap agar kita semua  selalu menjunjung tinggi sempekat. Selain itu, semoga Rumpun Asa hari esok lebih baik dari hari ini," ujarnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, kondisi keuangan Kubar saat ini mengalami defisit. Hal itu terjadi APBN, APBD provinsi dan APBD kabupaten. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2015 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, Kubar mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 960 miliar. Bantuan tersebut, sudah disusun dan kerjakan menjadi APBD Kubar dan hampir selesai.
“Ternyata di APBN perubahan ini, sesuai perpres ada perubahan, sehingga berdampak kepada pemotongan APBD Kubar dari pemerintah pusat sekitar Rp 608 miliar atau 68 persen dari Rp 960 miliar. Hal ini saya sampaikan kepada masyarakat agar mengetahui kondisi APBD Kubar sekarang. Saya tidak mau, kondisi tersebut dijadikan bahan provokator nanti. Misalnya selama Pak FX Yapan menjadi bupati dan Edyanto Arkan menjadi wabup Kubar mana yang tidak ada pembangunannya," katanya.
Bupati Yapan berharap pada 2017 mendatang, APBD Kubar bisa berubah. Oleh karenanya, kedepan harus lebih menyesuaikan kegiatan dan efisiensi. Kemudian, semua anggaran yang bisa ditunda maupun tidak akan diprioritaskan. (hms6)