Tanaa Purai Ngeriman

Sarang Walet

.

Tercatat dari 220 pemilik sarang burung walet di empat kecamatan di Kubar yakni, Melak, Sekolaq Darat, Barong Tongkok dan Linggang Bigung. Hanya satu orang pemilik sarang burung walet bernama Nordin Hardianto berdomisi di Melak, yang sudah membayar pajak kepada Dispenda Kubar.
Sementara yang lainnya, belum menyetor pajak,”ujar Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kubar Yustinus As, di kantornya Jalan Komplek Perkantoran, Barong Tongkok, Jumat (19/8).
Yustinus As yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan menambahkan  sebelum melakukan penarikan pajak kepada pemilik sarang burung walet, pihaknya sudah berusaha melakukan pendekatan melalui sosialisasi dan mengundang semua pemiliknya, serta melakukan rapat bersama di Ruang Rapat II Kantor Bappeda Kubar pada 2015 lalu.“Pemiliknya, bersedia dipungut pajaknya 10 persen dari nilai jual sarang burung walet tersebut,”katanya
Kami berharap dengan sadar dan taat membayar pajak, anda ikut berpatisifasi dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama di Kubar.”Karena saya yakin, pajak sarang burung walet ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah, oleh karenanya mari membayar pajak tepat waktu,”imbaunya.
Sistem perpajakan Indonesia sudah menganut Self Assessment, yaitu wajib pajak sudah diberikan kewenangan untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri dan membayar sendiri pajak yang terutang yang harus dibayar.”Jadi perlu kejujuran dari pembayar pajak itu sendiri,”terangnya.
Masyarakat harus mengetahui bahwa pajak yang dibayarkan, langsung masuk ke kas negara, dan dipergunakan negara untuk kepentingan umum, pembangunan, dan biaya penyelenggaraan negara. (hms6)